Bersama
ini kami ucapkan salam sejahtera ke seluruh hamba-hamba Allah dimana saja
berada, semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Barokah-Nya kepada kita, dan semoga
Allah melindungi kita dari gangguan syaitan yang terkutuk, dan semoga Allah
menetapkan kasih sayang-Nya kepada kita selama-lamanya. Maka dengan seiring
Rahmat dan kasih sayang-Nya itu mari bersama-sama kita panjatkan puja dan puji
syukur ke hadirat Allah Tuhan semesta alam. Dan mari kita memohon kepada-Nya :
“
Yaa Tuhanku, perkenankanlah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang Engkau
anugerahkan atasku dan atas kedua orang
tuaku, bahwa aku hendak beramal sholeh yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku
dengan rahmat-Mu ke dalam golongan orang-orang yang sholeh.“
“
Yaa Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku (dalam mengerjakan
perintah-Mu ini). Dan lepaskanlah (perkataan-Mu) dari tali ikatan lisanku ini,
(supaya mereka mengerti terhadap apa yang Engkau bicarakan kepada mereka dengan
melalui) perkataanku ini. (Karena sesungguhnya aku hanya menyampaikan
perkataan-Mu yang Engkau perintahkan kepadaku). Dan jadikanlah untukku seorang
pembantu yang dari keluargaku. (Yaitu) Harun saudaraku (supaya dia membacakan
ayat-ayat Engkau kepada mereka). Dan teguhkanlah kekuatanku dengan dia. Dan
jadikanlah dia sekutuku dalam urusanku ini (supaya aku dan dia sama-sama satu
urusan dalam mengerjakan perintah-Mu. Dan) supaya kami banyak bertasbih kepada
Engkau. Dan (supaya) kami banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha
Melihat terhadap apa yang kami (kerjakan). Maha Suci Engkau yaa Tuhan kami,
sesungguhnya tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau
ajarkan kepada kami (dengan melalui Al Qur’an), sesungguhnya Engkau Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana.“
Dan
semoga Allah melimpahkan salam hormat kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad
SAW, dan kepada para Anbiya, para Utusan-Nya, keluarganya dan kepada sahabatnya
sekalian. Amin, amin, amin ya Robbal ‘alamin. Amma Ba’du.
Wahai
hamba-hamba Allah yang dimuliakan,
Sebelum
kami mengemukakan apa yang hendak kami sampaikan kepada saudara-saudara, maka
terlebih dahulu kami mohon ma’af yang sebesar-besarnya atas kelancangan kami
ini, yang mana bahwa kami telah lancang mengirimkan surat ini kepangkuan
saudara-saudara dengan tanpa kabar berita yang dari sebelumnya. Akan tetapi
karena keadaan waktu yang sangat sempit bagi kami untuk mengunjungi
saudara-saudara, maka kami lakukan menjalankan perintah Allah itu dengan cara
seperti ini. Maka itu ma’afkanlah kami, karena yang demikian itu bukanlah kami
menghinakan saudara-saudara, dan bukan pula kami tidak menghormati
saudara-saudara dengan penghormatan yang sebagaimana mestinya, akan tetapi yang
demikian itu hanya karena keadaan waktu saja yang tidak mencukupi bagi kami,
kalau kami menjalankan perintah Allah itu dengan mengunjungi saudara-saudara.
Oleh karena itu, kami kirimkan surat ini ke pangkuan saudara-saudara
untuk menunaikan perintah Allah yang telah Allah perintahkan kepada kami dengan
melalui ayat-ayat-Nya, supaya kami menyampaikan amanat Allah dengan mengabarkan
tentang “ Kebenaran Al Qur’an “ kepada saudara kami di mana saja berada, yang
firman-Nya :
Katakanlah
: “ Wahai manusia sesungguhnya telah datang kebenaran Al Qur’an dari Tuhanmu.
Maka barang siapa yang mendapat petunjuk, maka sesungguhnya (Allah) memberi
petunjuk untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang tersesat, maka
sesungguhnya ia hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan aku bukan penjaga atas
dirimu.” (Q.S.10 : 108).
Segala
puji bagi Allah Yang telah menurunkan Kitab (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, dan
Dia tidak menjadikan (Al Qur’an) menyimpang baginya. (Q.S.18 : 1).
(Al
Qur’an) lurus untuk memberi peringatan akan siksaan yang sangat keras dari
sisi-Nya, dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal
shaleh, bahwasanya bagi mereka telah (disediakan) pahala yang baik. (Q.S.18 :
2).
Itulah
yang dikabarkan Allah kepada kita, bahwasanya kebenaran Al Qur’an telah datang
kepada kita dari sisi-Nya, maka barang siapa diantara kita ada yang mendapat
petunjuk Allah, maka sesungguhnya petunjuk itu hanya untuk diri kita sendiri,
dan barang siapa diantara kita ada yang tersesat dari petunjuk Allah, maka
sesungguhnya ia hanya menyesatkan dirinya sendiri, karena seorangpun tidak ada
yang menjaganya atau menghalanginya dari mengikuti petunjuk Allah yang Allah
tunjukan dengan Al Qur’an. Dan Allah tidak menjadikan petunjuk itu menyimpang
bagi kita atau menyesatkan kita. Melainkan itu lurus memberi peringatan kepada
kita akan siksaan yang sangat keras dari sisi-Nya, dan memberi kabar gembira
kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bahwasanya bagi mereka
telah disediakan pahala yang baik di sisi-Nya.
Maka
itu perkenankanlah kami untuk menyampaikan apa yang Allah bicarakan kepada kita
dengan melalui ayat-ayat-Nya, akan tetapi sebelum dan sesudahnya tidak lupa
kami mohon ma’af yang sebesar-besarnya, apabila ada perkataan kami yang tidak
berkenan di hati saudara-saudara atau apa saja kesalahan kami yang terdapat
dalam surat ini, semoga saudara-saudara sudi kiranya mema’afkan segala
kesalahan kami, karena kesalahan itu bukan yang sengaja kami lakukan dan bukan
pula sesuatu yang kami inginkan, melainkan itu hanya semata-mata dari kebodohan
kami sendiri, sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-Nya yang
firman-Nya :
Apa
saja yang kamu peroleh dari kebaikan maka itu dari Allah, dan apa saja yang
menimpamu dari keburukan, maka itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Dan Kami
mengutus kamu kepada manusia sebagai Rosul, dan cukuplah Allah menjadi saksi.
(Q.S.4:79).
Maka
itu ma’afkanlah kami, apabila ada kesalahan kami yang terdapat dalam surat ini,
karena yang demikian itu sudah jelas dari keterangan Allah, bahwasanya
kesalahan itu dari kebodohan kami sendiri. Dan janganlah kita mencari kesalahan
orang lain karena yang demikian itu tidak ada manfa’atnya bagi kita, akan
tetapi carilah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan
kebaikan yang Allah ridhai, agar kita mendapat kesudahan yang baik di dunia dan
di akhirat nanti. Dan bukankah kesudahan yang baik itu hanya bagi orang-orang
yang bertakwa mengerjakan perintah Allah dan menjauhi segala cegahan-Nya ? Maka
itu jauhilah perasangka buruk kepada orang lain sebelum jelas kesalahannya,
karena yang demikian itu sesuatu yang Allah cegah kepada kita dengan ayat-Nya,
yang firman-Nya :
Wahai
orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari kesalahan (orang
lain), dan jangan (pula) sebagian kamu mengumpat sebagian (yang lain). Apakah
diantara kamu ada yang menyukai makan daging saudaranya yang sudah mati ?. Maka
(ketika memakannya itu) tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah
kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
(Q.S.49:12).
Wahai
hamba-hamba Allah yang dimuliakan,
Itulah
yang dicegah Allah kepada kita agar kita tidak berperasangka buruk dan mencari
kesalahan orang lain dengan mengumpat sebagian yang lain, karena yang demikian
itu adalah dosa bagi kita. Dan jika kita berbuat demikian berarti kita suka
memakan daging saudara kita yang sudah mati, atau kita suka meresapi keburukan
orang lain, maka ketika kita meresapinya itu tentu kita merasa jijik kepadanya.
Atau
yang demikian itu seperti kita sedang meresapi keburukan saudara kita yang
telah lalu yang kita mengira baik kepadanya, padahal dia orang yang melakukan
kejahatan dengan membuat-buat tipu daya kepada kita, maka ketika kita meresapi
keburukannya itu tentu kita merasa jijik kepadanya.
Atau
yang demikian itu seperti kita sedang meresapi keburukan saudara kita yang kita
pernah mendengarnya, bahwa diantara saudara kita ada yang melakukan kejahatan
dengan membuat-buat tipu daya kepada saudara kita yang lainnya, maka ketika
kita meresapi keburukannya itu tentu kita merasa jijik kepadanya.
Maka
dengan adanya kejahatan-kejahatan sauadara kita yang telah lalu itu, sehingga
kita selalu berperasangka buruk kepada saudara kita yang lainnya, yaitu
sebagaimana sangkaan kita kepada saudara kita yang telah melakukan kejahatan
yang kita merasa jijik kepadanya, walaupun saudara kita itu mengajak kita
bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya.
Wahai
hamba-hamba Allah yang dimulyakan,
Bukankah
kita ini orang yang menyukai kebaikan ? Maka janganlah kita bersegera mengambil
keburukan sebelum kita mengambil kebaikan dari apa yang telah Allah berikan
kepada kita untuk kebaikan kita di dunia dan di akhirat nanti, adapun yang
demikian itu karena Allah menerangkan kepada kita dengan ayat-Nya ketika
Rosul-Nya berkata kepada kaumnya, yang firman-Nya :
Berkatalah
(Rosul) : “ Hai kaumku, mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu
minta) kebaikan ? Mengapa kamu tidak minta ampunan kepada Allah, agar kamu
diberi rahmat ? ” (Q.S.27: 46)
Adapun
yang demikian itu karena diantara kaumnya ada yang bersegera mengambil
keburukan sebelum ia mengambil kebaikan, padahal tidaklah ia bersegera
mengambil keburukan melainkan ia minta disegerakan keburukan, karena siapa yang
mengambil keburukan maka niscaya ia akan mendapat keburukan. Dan mengapa ia
tidak minta ampunan kepada Allah, agar ia diberi rahmat untuk kebaikannya di
dunia dan di akhirat nanti ? Dan yang demikian itu karena Allah menerangkan
kepada kita dengan ayat-Nya yang Firman-Nya :
Dan
kamu melihat, kebanyakan diantara mereka bersegera berbuat dosa dan permusuhan
dan memakan yang haram, sungguh amat buruk apa yang mereka kerjakan. (Q.S.5:62)
Dan
yang demikian itu karena diantara kaumnya ada yang bersegara berbuat dosa dan
permusuhan dan memakan yang haram, yaitu memakan harta orang lain dengan jalan
batil mereka membuat-buat tipu daya kepada orang lain agar mereka dapat memakan
hartanya, sungguh amat buruk apa yang mereka kerjakan.
Maka
jika diantara kita ada yang seperti itu, tentu kita selalu berperasangka buruk
apabila kita kedatangan orang lain, walaupun orang itu mengajak kita untuk
mengerjakan kebaikan yang diperintahkan Allah kepada kita, adapun yang demikian
itu karena kita takut tertipu daya sebagaimana saudara kita yang telah tertipu
daya.
Akan
tetapi persangkaan kita yang demikian itu janganlah kita bersegera mengumpat
dengan menjelekan orang itu sebelum jelas kesalahannya, karena jika orang itu
tidak bersalah dan ia benar-benar sedang mengerjakan kebaikan yang
diperintahkan Allah kepada kita, maka yang demikian itu tentu kita terjerumus
kedalam fitnah, sedang fitnah itu lebih besar dosanya dari pada pembunuhan.
Dan
jika demikian tentu kita termasuk orang-orang yang bersegera berbuat dosa dan
permusuhan, karena tidaklah kita menjelekan orang lain melainkan kita telah
mengadakan permusuhan, dan tidaklah kita membicarakan tentang kejelekan orang
lain kepada saudara kita melainkan kita ingin dibantu untuk memusuhi orang itu,
dan jika kita tidak menghendaki permusuhan dan tidak pula kita ingin dibantu
untuk memusuhi orang itu, maka untuk apa kita membicarakan tentang kejelekan
orang lain kepada saudara kita, jika kita tidak mengharapkan bantuannya untuk
memusuhi orang itu.
Dan
sungguh jika saudara kita ikut pula menjelekan orang itu, maka yang demikian
itu bahwa saudara kita telah membantu kita memusuhi orang itu, dan jika
demikian tentu kita terjerumus kedalam perbuatan syaitan yang bantu-membantu
dalam berbuat dosa dan permusuhan, dan syaitan itu bukan bantu-membantu
tolong-menolong dalam mengerjakan kebaikan.
Wahai
hamba-hamba Allah yang dimulyakan,
Sungguh segala sesuatu pasti ada
kesudahannya, maka jika kita mengerjakan keburukan niscaya kita akan mendapat kesudahan
yang buruk di dunia dan di akhirat nanti, dan jika kita mengerjakan kebaikan
niscaya kita akan mendapat kesudahan yang baik di dunia dan di akhirat nanti,
dan tidaklah mungkin kita ini menginginkan kesudahan yang buruk melainkan kita
sudah pasti menginginkan kesudahan yang baik di dunia dan di akhirat nanti,
maka itu mari kita berlomba mengerjakan kebaikan sebagaimana yang Allah
perintahkan kepada kita dengan ayat-Nya yang firman-Nya :
Dan
bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya (sendiri), yang masing-masing menghadap
kepadanya, maka berlomba-lombalah kamu (mengerjakan) kebaikan, (niscaya) Allah
mendatangkan (balasannya) kepadamu sekalian di mana saja kamu berada,
sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S.2: 148).
Itulah yang diperintahkan Allah
kepada kita, supaya kita berlomba mengerjakan kebaikan dengan menolong agama
Allah dan mengerjakan segala perintah-Nya, dan jika kita mengerjakan apa yang
Allah perintahkan kepada kita, niscaya Allah mendatangkan balasannya kepada kita
sekalian dimana saja kita berada, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. Maka itu mari kita bersama-sama menolong agama Allah dengan
menyampaikan amanat-Nya dan mengerjakan segala perintah-Nya, agar kita mendapat
kesudahan yang baik di dunia dan di akhirat nanti, sebagaimana yang Allah
terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :
Wahai
orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, (niscaya) Dia
menolong kamu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. 47: 7).
Dan
orang-orang yang mengingkarinya, maka kecelakaan-lah bagi mereka dan Dia akan
menyesatkan amal perbuatan mereka. (Q.S. 47: 8).
Yang
demikian itu karena sesungguhnya mereka benci kepada (Al Qur’an) yang telah
Allah turunkan, maka Dia akan menghapus (pahala) amal perbuatan mereka.
(Q.S.47: 9).
Wahai
hamba-hamba Allah yang dimuliakan,
Itulah yang diterangkan Allah
kepada kita supaya kita menolong agama Allah, dan jika kita mau menolong agama
Allah dengan menyampaikan amanat-Nya, niscaya Allah menolong kita dan
meneguhkan kedudukan kita.
Dan jika kita mengingkarinya karena
kita tidak percaya atau kita tidak mau menolong agama Allah dengan menyampaikan
amanat-Nya dan mengerjakan segala perintah-Nya, maka kecelakaanlah bagi kita dan Allah akan
menyesatkan pahala amal perbuatan kita. Karena yang demikian itu jika kita
tidak mau mengerjakan perintah Allah yang Allah perintahkan kepada kita dengan
melalui ayat-ayat-Nya, berarti kita tidaklah mengerjakan sesuatu melainkan itu
bukan dari perintah Allah, maka jika demikian sudah pasti Allah akan
menyesatkan pahala amal perbuatan kita, karena apa yang kita kerjakan itu bukan
dari perintah Allah yang Allah perintahkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya.
0 Komentar