YUK BELAJAR MEMAHAMI SUDUT PANDANG DARI ORANG PELIT ILMU!!!

Setiap orang berhak berbagi atau tidak terhadap apapun yang dia punya, termasuk ILMU. Mendapatkan ilmu sama halnya mendapatkan uang, membutuhkan kerja keras, waktu, dan proses. Kita tidak pernah tahu berapa lama waktu yang dia butuhkan sampai akhirnya bisa menguasai ilmu tersebut. Kita tidak pernah tahu proses apa yang dia lalui, sampai akhirnya bisa menguasai ilmu tersebut. Kita tidak pernah tahu apa saja yang sudah dia korbankan, sampai akhirnya dia bisa menguasai ilmu tersebut.

Bayangkan cuaca lagi dingin, dari pagi hingga siang hujan, akhirnya om-om bakso dateng nganterin pesanan kamu. Wah enak banget dong. Ditambah lagi lagu sendu. Lagi mau nyeruput kuah bakso, datang seorang ntah siapa bawa buku kotak-kotak, "Bre, ajarin ini dong besok kan ulangan". Apa nggak gedeg?

Ini contoh umumnya yah. Seringkali orang yang mau MINTA DIAJARIN itu nggak beradab. Giliran ditolak (dengan halus) marah-marah ngatain orang pelit. Walaupun orang yang diminta tolong sedang main game tetap saja merasa terganggu (ada sih orang yang super sabar tetap mau ngajarin, tapi langka).

Apalagi yang minta tolong itu entah anak dari mana, ngobrol aja gak pernah, cuma tau nama, tiba-tiba datang minta tolong di kondisi saya lagi nyeruput kuah bakso. Kalau merasa butuh diajarin sama orang lain, berteman baiklah dengan orang itu. BERTEMAN BAIK ya bukan jadi lintah darat. Ini sih alasan utama saya malas ngajarin orang, datang karena ada maunya. Kalau teman dekat saya yang se-goblok2nya minta tolong ajarin ya saya ajarin.

Kalau merasa butuh dengan seseorang, jalinlah hubungan yang baik dengan orang itu. Kalau kamu butuh bantuan, orang itu tidak merasa terbebani. Ini namanya networking.

Menuntut ilmu adalah hak semua orang, tapi tidak dengan berbagi ilmu.

Saya mungkin adalah orang yang pelit ilmu di mata orang lain, maka dari itu izinkan saya berbagi perspektif saya mengenai "mengapa ada orang yang pelit ilmu".

Saya kekurangan waktu luang yang menyebabkan saya tidak bisa melayani orang lain. Saya menjadi orang yang pelit ilmu bisa dibilang belum lama ini, tepatnya setelah saya sadar bahwa saya tidak berpihak pada letihnya saya, pada badan saya yang mau istirahat, pada otak saya yang membutuhkan rileks sementara demi untuk mengajarkan orang lain. Waktu kuliah dulu saya bahkan sampai keteteran dengan tugas-tugas saya, karena sibuk melayani teman-teman saya baik di WhatsApp atau secara langsung. Mau ditolak rasanya tidak enak. Hei, gua administrasi pendidikan aja butuh 3 tahun dan bahkan gempuran dari pengawas dan nanya-nanya sendiri. Lah, lu kalo ada pengawas kabur enak bae mau minta-minta.

Saya mengajarkan orang yang belum tentu berhasil menguasai. Biasanya saya melihat habit nya yang dahulu dan sekarang ga pernah berubah, maunya disuapin terus atau entah karena tidak memiliki kemampuan mengajar yang baik atau memang orang yang saya ajar tidak mampu secara otak, waktu dan tenaga yang saya luangkan untuk orang tersebut jadinya percuma. Beda cerita jika dia membayar jasa saya untuk itu, maka akan ada dorongan agar saya melakukan yang terbaik.

Kita berada di era teknologi di mana berbagai ilmu bisa kita dapatkan secara gratis. Banyak orang yang meminta saya untuk diajarkan menggunakan bikin artikel ilmiah, administrasi pendidikan dan aksinyata PMM  padahal untuk menguasai software tersebut saya hanya belajar melalui YouTube. Seharusnya mereka juga bisa melakukan hal yang sama, tanpa merepotkan orang lain.

Saya sudah sekian lama hidup sebagai orang yang otak dan tenaganya dimanfaatkan, dan saya berani bersumpah bahwa itu rasanya sangat tidak menyenangkan

PASTIKAN LU UDAH LIAT THUMBNAIL GAMBAR INI. NO GOOGLE ACCESS, NO YOUTUBE ACCESS, AND NO INTERNET ACCESS.

Dan TERAKHIR SAYA HANYA MAU MENGAJARI ORANG LAIN KALO BERADAB, TAU MANA YANG BISA DI CARI SENDIRI ATAU TIDAK, DAN ORANG YANG GA PUNYA PONSEL DAN KONEKSI INTERNET, DAN GA TAU APA ITU GOOGLE DAN YOUTUBE.

GUA HANYA MAU MENGAJARI SESUATU YANG LEBIH BESAR MENGENAI KEMANDIRIAN. SAAT INI DATA PRESENTASI IQ INDONESIA YANG RENDAH MENYEBABKAN MALES BELAJAR DARI DIRI SENDIRI, HAL TERKECIL ADALAH MENELUSURI APA YANG DIRI LU MAU DENGAN NIAT SENDIRI, TANPA TERLALU KETERGANTUNGAN DENGAN ORANG LAIN.

 

Posting Komentar

0 Komentar